Senin, 20 Desember 2010

Hypernano Technology

History
    Hypernano Technology pertama kali ditemukan oleh ilmuan mineral Jawa pada abad ke-12, di Jawa disebut para Empu. Pada saat itu digunakan untuk mengolah logam menjadi seni persenjataan atau istilah halusnya disebut Pusaka. Selanjutnya dikembangkan untuk keperluan pengobatan dan penyuburan tanah.Sekarang ini banyak negara diseluruh dunia sedang mencari dan mengembangkan ilmu nano untuk keperluan berbagai bidang kehidupan. Sedangkan bangsa Jawa pada saat itu telah menemukan teori ini dengan sangat modern. Oleh darah para Empu yang mengalir menelusuri lorong zaman, sekarang dikembangkan metode yang lebih baik dan lebih canggih dengan menggunakan gelombang infrasonic dan ultrasonic.Hypernano Technology merupakan teknologi pemecahan partikel mineral menjadi nano (sepersejuta diameter rambut manusia). Pada dasarnya semua makhluk hidup membutuhkan mineral untuk penyusunan tubuh. Teknologi ini diterapkan di bidang pertanian untuk meningkatkan hasil produksi tanaman. Mineral nano dapat langsung diserap oleh tanaman dalam ukuran menit. Dapat dikatakan mineral nano seperti makanan siap saji, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan lebih produktif karena semua unsur yang dibutuhkan tanaman terpenuhi.
Technology
Hypernano Technology melalui beberapa step processing yaitu:
1. Minerals Heated Process, yaitu: Pemanasan sampai dengan suhu 2700 celcius untuk kristalisasi.
2. Minerals Extraction, yaitu: Proses pemecahan dan ekstraksi mineral menjadi liquid selama 9 jam didalam tabung reaksi.
3. Electrical Tank (Infrasonic & Ultrasonic Frequency), yaitu: Proses elektrisasi didalam tabung untuk pengaktifan mineral nano menjadi lebih dinamis.
4. Neutralize Storage, yaitu: Penyimpanan liquid minerals selama 24 jam untuk menetralkan seluruh unsur mineral menjadi smooth dan sangat ramah bagi lingkungan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar